Kepala Perpustakaan MTs I’anatut Tholibin Tuntaskan Pelatihan MOOC Perpusnas 2026



Pati, Perpus Ianah
Prestasi - Kamis, 26 Februari 2026 menjadi momen penting bagi Masudi, S.Hum., Kepala Perpustakaan MTs I’anatut Tholibin, usai menuntaskan Pelatihan Pengenalan Pengelolaan Perpustakaan Tahun 2026 berbasis Massive Online Open Course (MOOC) yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Pelatihan tingkat dasar dengan bobot 32 jam pelajaran tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman fundamental ilmu perpustakaan bagi tenaga pengelola yang tidak berlatar belakang pendidikan perpustakaan.

Program ini mencakup sejumlah materi penting, mulai dari Pengantar Ilmu Perpustakaan, Pengembangan Koleksi, Katalogisasi, Klasifikasi dan Tajuk Subjek, Layanan Perpustakaan, Perawatan Bahan Perpustakaan, hingga Pengantar Otomasi Perpustakaan, serta diakhiri dengan tes sumatif. Peserta juga mengikuti rangkaian evaluasi bertahap dari pre-test hingga post-test sebagai bagian dari pengukuran capaian kompetensi.

Masudi, S.Hum. dinyatakan lulus dan berhak memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional serta ditandatangani Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Triani Rahmawati, S.S., M.P. Capaian ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas pengelolaan perpustakaan di lingkungan MTs I’anatut Tholibin.

Dalam pernyataannya, Pak Mas—sapaan akrab Masudi—mengaku bersyukur dapat mengikuti dan menyelesaikan pelatihan tersebut dengan baik. Ia menilai materi yang diberikan sangat aplikatif dan membuka wawasan baru dalam pengelolaan perpustakaan sekolah, terutama dalam aspek klasifikasi, katalogisasi, dan otomasi perpustakaan berbasis teknologi.

Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman berharga karena seluruh proses dilakukan secara sistematis dan terukur, mulai dari pre-test hingga post-test.

“Saya merasa semakin memahami dasar-dasar pengelolaan perpustakaan yang profesional. Ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas layanan di perpustakaan madrasah,” ujarnya.

Ke depan, Pak Mas berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara maksimal untuk mendorong budaya literasi di lingkungan sekolah. Ia juga berharap semakin banyak tenaga perpustakaan di daerah yang mendapatkan kesempatan serupa agar mutu pengelolaan perpustakaan sekolah di Indonesia semakin maju dan berdaya saing.

Tim redaksi: MPI (Media Perpustakaan Ianah)

0 Komentar